Tahap pra-produksi adalah fondasi paling penting dalam pembuatan film animasi. Di sinilah ide liar dirapikan sebelum berubah jadi film nyata. Secara garis besar, tahapannya seperti ini:
Pra-produksi dimulai dari pengembangan ide dan konsep cerita. Ide dasar dirumuskan, lalu dikembangkan menjadi tema, genre, pesan cerita, dan target penonton. Dari sini ditentukan juga gaya animasi dan nuansa film, apakah komedi, petualangan, fantasi, atau drama.
Setelah itu masuk ke penulisan naskah. Cerita dituangkan ke dalam skenario lengkap: alur, dialog, pembagian adegan, konflik, dan penyelesaian. Pada tahap ini biasanya terjadi banyak revisi agar cerita solid dan mudah dipahami secara visual.
Berikutnya adalah desain karakter dan dunia cerita. Karakter digambar lengkap dengan kepribadian, ekspresi, kostum, serta ciri khasnya. Lingkungan, properti, dan suasana dunia film juga mulai dirancang agar konsisten dengan cerita.
Lalu dibuat storyboard. Ini adalah versi visual kasar dari film, berupa rangkaian gambar per adegan yang menunjukkan sudut kamera, gerakan karakter, dan alur cerita. Storyboard membantu melihat ritme film sebelum animasi dikerjakan.
Tahap berikutnya adalah animatic. Storyboard disusun menjadi video kasar dengan timing, suara sementara, dan musik dummy. Animatic berguna untuk mengecek durasi, pacing, dan alur emosi film sejak awal.
Di saat yang sama dilakukan casting suara dan voice test. Pemilihan pengisi suara membantu menghidupkan karakter dan sering kali memengaruhi penyesuaian dialog atau karakter.
Terakhir, pra-produksi ditutup dengan perencanaan produksi: penentuan budget, jadwal kerja, pembagian tim, pipeline animasi, dan tools yang digunakan. Semua dirancang agar proses produksi berjalan efisien tanpa banyak hambatan.
Singkatnya, pra-produksi adalah tahap βberpikir matang sebelum bergerakβ, tempat mimpi, ide gila, dan imajinasi besar disusun rapi agar siap diwujudkan dalam animasi yang nyata dan bernilai.
